Senin, 31 Januari 2011

^_^ ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN DALAM MEMBINA RUMAH TANGGA ^_^ 
Oleh : Muhammad Zainuddin.

Assalamu'alaikum warohamtullahi wabarokatuh.

^_^ ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN DALAM MEMBINA RUMAH TANGGA ^_^
Oleh : Muhammad Zainuddin.

EPISODE 1 :

Saat Fulanah masih seorang gadis, yang ada di benaknya dan yang kemudian menjadi tekadnya adalah keinginan menjadi isteri shalihat yang taat dan selalu tersenyum manis.
Pendeknya, ingin memberikan yang terbaik bagi suaminya kelak sebagai jalan pintas menuju surga.
Tekad itu diperolehnya setelah mengikuti berbagai ' tabligh', ceramah, dan seminar keputerian serta membaca sendiri berbagai risalah.
Bahkan banyak pula ayat Al-Qur'an dan Hadits yang berkaitan dengan hal itu telah dihafalnya, seperti "Ar Rijalu qowwamuna alan nisaa'...","Faso- lihatu qonitatu hafizhotu lilghoibi bima hafizhallah..." (QS. An-Nisa ayat 34).

Juga Hadits :"Ad dunya mata', wa khoiru mata'iha al mar'atus sholihat." ( dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah isteri sholihat).
Atau, hadits "Wanita sholihat adalah yang menyenangkan bila dipandang, taat bila disuruh dan menjaga apa-apa yang diamanahkan padanya.
Begitu pula hadits "Jika seorang isteri sholat lima waktu, shaum di bulan Ramadhan dan menjaga kehormatan dirinya serta suaminya dalam keadaan ridha padanya saat ia mati, maka ia boleh masuk surga lewat pintu yang mana saja. (HR Ahmad dan Thabrani).

Hadits yang berat dan seram pun dihafalnya, "Jika manusia boleh menyembah manusia lainnya, maka aku perintahkan isteri menyembah suaminya." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban)

Figur isteri yang sholihat, taat, dan setia serta qona'ah seperti Khadijah r.a. benar-benar terpatri kuat di benak Fulanah dan jelas ingin ditirunya.

Maka, tatkala Allah SWT telah menakdirkan ia mendapat jodoh seorang Muslim yang sholih, 'alim dan berkomitmen penuh pada Islam, Fulanah pun melangkah ke gerbang pernikahan dengan mantap.

Begitu khidmat dan khusyu karena kesadaran penuh untuk beribadah dan menjadikan jihad dan syahid sebagai tujuan hidup berumah tangga.

EPISODE 2 :

Tatkala Fulan masih menjadi seorang jejaka, ia sering membatin, berangan-angan, dan bercita-cita membentuk rumah tangga Islami dengan seorang Muslimah sholihat yang menyejukkan hati dan mata.

Alangkah bahagianya menjadi seorang suami dan seorang "qowwam" yang " qooimin bi nafsihi wa muuqimun lil ghoirihi" (tegak atas dirinya dan mampu menegakkan orang lain, terutama isteri dan anak-anaknya).

Juga menjadi 'imam yang adil' yang akan memimpin dan mengarahkan isteri dan anak- anaknya.

Alangkah menenangkannya mempunyai seorang isteri yang akan dijaganya lahir dan batin, dilindungi dan disayanginya karena ia adalah amanah Allah SWT yang telah dihalalkan baginya dengan dua kalimat Allah SWT.

Ia bertekad untuk mempergauli isterinya dengan ma'ruf (QS An-Nisa:19) dan memperhatikan hadits Rasulullah SAW tentang kewajiban-kewajiban seorang suami.
" Hanya laki-laki mulialah yang memuliakan wanita." "Yang paling baik di antara kamu, wahai mu'min, adalah yang paling baik perlakuannya terhadap isterinya. Dan akulah (Muhammad SAW) yang paling baik perlakuannya terhadap isteri-isteriku." "Wanita seperti tulang rusuk manakala dibiarkan ia akan tetap bengkok, dan manakala diluruskan secara paksa ia akan patah." (HR. Bukhari dan Muslim)

Fulan pun bertekad meneladani Rasulullah SAW yang begitu sayang dan lembut pada isterinya.

Tidak merasa rendah dengan ikut meringankan beban pekerjaan isteri seperti membantu menyapu, menisik baju dan sekali- sekali turun ke dapur seperti ucapan Rasulullah kepada Bilal : "Hai Bilal, mari bersenang-senang dengan menolong wanita di dapur." Karena Rasulullah suka bergurau dan bermain-main dengan isteri seperti berlomba lari dengan Aisyah r.a. (HR Ahmad), maka ia pun berkeinginan meniru hal itu serta menyapa isteri dengan panggilan lembut 'Dik' atau 'Yank'.

EPISODE-EPISODE SELANJUTNYA

Fulan dan Fulanah pun ditakdirkan Allah SWT untuk menikah.
Pasangan yang serasi karena sekufu dalam dien, akhlaq, dan komitmen dengan Islam.

Waktu pun terus berjalan.
Dan walaupun tekad dan cita- cita terus membara, kini banyak hal-hal realistis yang harus dihadapi.
Sifat, karakter, pembawaan, selera, dan kegemaran serta perbedaan latar belakang keluarga yang semula mudah terjembatani oleh kesatuan iman, cita-cita, dan komitmen ternyata lambat laun menjadi bahan-bahan perselisihan.

Pertengkaran memang bumbunya perkawinan, tetapi manakala bumbu yang dibubuhkan terlalu banyak, tentu rasanya menjadi tajam dan tak enak lagi.

Ternyata, segala sesuatunya tak seindah bayangan semula.

Antara harapan dan kenyataan ada terbentang satu jarak.

Taman bunga yang dilalui ternyata pendek dan singkat saja.

Cukup banyak onak dan duri siap menghadang.

Sehabis meneguk madu, ternyata ' brotowali' yang pahitpun harus diteguk.

Berbagai masalah kehidupan dalam perkawinan harus dihadapi secara realistis oleh pasangan mujahid dan mujahidah sekalipun.

Allah tak akan begitu saja menurunkan malaikat-malaikat untuk menyelesaikan setiap konflik yang dihadapi. "Innallaha laa yughoyyiru ma biqoumi hatta yughoyyiru maa bi anfusihim" (QS Ar-Raad : 6).

Ada seorang isteri yang mengeluhkan cara bicara suaminya terutama jika marah atau menegur, terdengar begitu 'nyelekit'.

Ada pula suami yang mengeluh karena dominasi ibu mertua terlalu besar.

Perselisihan dapat timbul karena perbedaan gaya bicara, pola asuh, dan latar belakang keluarganya.

Kejengkelan juga mulai timbul karena ternyata suami bersikap 'cuek', tidak mau tahu kerepotan rumah tangga, karena beranggapan "itu khan memang tugas isteri."

Sebaliknya, ada suami yang kesal karena isterinya tidak gesit dan terampil dalam urusan rumah tangga, maklum sebelumnya sibuk kuliah dan jadi 'kutu buku' saja.

Fulan pun mulai mengeluh.

Ternyata isterinya tidak se- "qonaah" yang diduganya, bahkan cenderung menuntut, kurang bersahaja dan kurang bersyukur.

Fulanah sebaliknya.

Ia mengeluh, sang suami begitu irit bahkan cenderung kikir, padahal kebutuhan rumah tangga dan anak-anak terus meningkat.


Seorang sahabat Fulan juga kesal karena isterinya sulit menerima keadaan keluarganya.

Sebab musababnya sih karena perbedaan status sosial, ekonomi dan adat istiadat.

Kekesalannya bertambah-tambah karena dilihatnya sang isteri malas meningkatkan kemampuan intelektual, manajemen rumah tangga, serta kiat-kiat mendidik anak.

Sebaliknya, sang isteri menuduh suaminya sebagai "anak mama" yang kurang mandiri dan tidak memberi perhatian yang cukup pada isteri dan anak-anaknya.

Belum lagi problem yang akan dihadapi pasangan-pasangan muda yang masih tinggal menumpang di rumah orang tua.
Atau di dalam rumah mereka ikut tinggal kakak-kakak atau adik-adik ipar.
Kesemua keadaan itu potensial mengundang konflik bila tidak bijak-bijak mengaturnya.

Kadang-kadang semangat seorang Muslimah untuk da' wah keluar rumah terlalu berlebihan.
Tidak "tawazun".
Hal ini dapat menyebabkan seorang suami mengeluh karena terbebani dengan tugas-tugas rumah tangga yang seabreg-abreg dan mengurus anak-anak.

Selanjutnya, ada pula Muslimah yang terlalu banyak menceritakan kekurangan suaminya, kekecewaan- kekecewaannya pada suaminya.

Padahal ia sendiri kurang instrospeksi bahwa ia sering lupa melihat kebaikan dan kelebihan suaminya.

Ada suami yang begitu "kikir" dalam memuji, kurang " sense of humor" dan "sedikit" berkata lembut pada isteri.

Kalau ada kebaikan isteri yang dilihatnya, disimpannya dalam hati, tetapi bila ia melihat kekurangan segera diutarakannya.

Bahkan ada pula pasangan suami-isteri yang memiliki problem " hubungan intim suami-isteri".

Mereka merasa tabu untuk membicarakannya secara terus terang di antara mereka berdua.

Padahal akibatnya menghilangkan kesakinahan rumah tangga.

Kalau mau dideretkan dan diuraikan lagi, pasti daftar konflik yang terjadi di antara pasangan suami-isteri muda Muslim dan Muslimah akan lebih panjang lagi.

Memang, persoalan-persoalan tidak begitu saja hilang.
Rumah tangga tidak pasti akan berjalan mulus tanpa konflik hanya dengan kesamaan fikrah dan cita-cita menegakkan Islam.
Mereka yakni Fulan dan Fulanah cs tetap manusia-manusia biasa yang bisa membuat kekhilafan dan tidak lepas dari kekurangan-kekurangan.
Dan mereka pun pasti mengalami juga fluktuasi iman.
Pasangan yang bijak dan kuat imannya akan mampu istiqomah dan lebih punya kemampuan menepis badai dengan menurunkan standar harapan.
Tidak perlu berharap muluk-muluk seperti ketika masih gadis atau jejaka.
Karena, ternyata kita pun belum bisa mewujudkan tekad kita itu.

Sebagai Muslim dan Muslimah hendaknya kita sadar, tidak mungkin kita dapat menjadi isteri atau suami yang sempurna seperti bidadari atau malaikat.

Maka kita pun tentunya tidak perlu menuntut kesempurnaan dari suami atau isteri kita.
"Just the way you are" lah.
Kita terima pasangan hidup kita seadanya, lengkap dengan segala kekurangan (asal tidak melanggar syar'i) dan kelebihannya.

Kita memang berasal dari latar belakang keluarga, kebiasaan, dan karakter yang berbeda, walau tentunya dien, fikrah, dan cita-cita kita sama.

Pada saat ghirah tinggi, iman dalam kondisi puncak, "Prima", semua perbedaan seolah sirna.

Namun pada saat "ghirah" turun, iman menurun, semua perbedaan itu menyembul ke permukaan, mengganjal, mengganggu, dan menyebalkan.

Akibatnya tidak terwujud sakinah.

Kiat utama mengatasi permasalahan dalam rumah tangga, tentunya setelah berdoa memohon pertolongan Allah SWT dan mau ber "muhasabah" ( introspeksi), adalah mengusahakan adanya komunikasi yang baik dan terbuka antara suami-isteri.

Masalah yang timbul sedapat mungkin diselesaikan secara intern dulu di antara suami-isteri dengan pembicaraan dari hati ke hati.

"Uneg- uneg" yang ada secara fair dan bijak diungkapkan.

Selanjutnya, yang memang bersalah diharapkan tidak segan-segan mengakui kesalahan dan meminta maaf.

Yang dimintai maaf juga segera mau memaafkan dan tidak mendendam.

Masing-masing pihak berusaha keras untuk tidak mengadu ke orang tua, atau orang lain.

Jadi tidak membongkar atau membeberkan aib dan kekurangan suami atau isteri.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah tidak membanding-bandingkan suami atau isteri dengan orang lain, karena itu akan menyakitkan pasangan hidup kita.

Setelah itu, masing-masing juga perlu 'waspada' agar tidak terbiasa kikir pujian dan royal celaan.
Jika terpaksa, kadang-kadang memang diperlukan bantuan pihak ketiga (tetapi pastikan yang dapat dipercaya keimanan dan akhlaqnya) untuk membantu melihat permasalahan secara lebih jernih.
Kadang- kadang "kacamata" yang kita pakai sudah begitu buram sehingga semua kebaikan pasangan hidup kita menjadi tidak terlihat, bahkan yang terlihat keburukannya saja.

Orang lain yang terpercaya Insya Allah akan bisa membantu menggosok 'kacamata' yang buram itu.
Alhamdulillah ada yang tertolong dengan cara ini dan mengatakan setelah konflik terselesaikan mereka pun berbaikan lagi seperti baru menikah saja !
Layaknya !

Dengan berikhtiar maksimal, bermujahadah, dan bersandar pada Allah SWT, Insya Allah kita dapat mengembalikan kesakinahan dan kebahagiaan rumah tangga kita, serta kembali bertekad menjadikan jihad dan syahid sebagai tujuan kita berumah tangga.
Amiin yaa Robbal'aalamiin.

Wallahu alam.
Semoga ada hikmahnya.
Cari dan teruslah mencari cinta Ilahi.
Salam persaudaraan selalu...hahayy...prikitieww ^_^

By: Ummu Samy Romadhon di majalah Ummi

Senin, 24 Januari 2011

^_^ RENUNGAN MALAM: WAHAI SAUDARIKU SEMUANYA, MASIH TERRASA BERATKAH ENGKAU BERJILBAB..? ^_^

^_^ RENUNGAN MALAM: WAHAI SAUDARIKU SEMUANYA, MASIH TERRASA BERATKAH ENGKAU BERJILBAB..? ^_^
by Muhammad Zainuddin on Monday, January 24, 2011 at 8:55pm

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.


Aku persembahkan untaian mawar kata yang tak akan engkau lupa selamanya.


Ingat-ingat selalu…dan pahamilah sebaik-baiknya!

• Berjilbab sebelum menghadapi hisab.

• Wanita tak berjilbab bagai rumah tak berpagar.

• Kerudung lambang ketakwaan dan Islam …kerudung bukti rasa malu dan kesusilaan….kerudung menjaga kewibawaan dan kehormatan…kerudung mahkota terindah untuk kecantikanmu dan bukti terbesar atas kesopanan serta kesempurnaan dirimu.



• Hai wanita mukmin yang mulia, lindungilah tubuhmu dari sorot tajam mata-mata keranjang…bentengi dengan perisai kesusilaan untuk melumpuhkan panah-panah tajam.



• Bukankah satu hal konyol sekaligus memperhatiakan bila kita melihat wanita tua menambal garis-garis keriput di wajahnya dengan kosmetik dan mengenakan pakaian laki-laki seperti celana panjang dan t-shirt??



• Betapa ruginya wanita yang tak berjilbab…ia sesat dan lalai…ia jual surga dengan harga murah untuk membeli neraka jahim dengan harga mahal.



Apakah diantara wujud iman kepada Allah itu mendahulukan maksiat kepada-Nya ketimbang manaati-Nya? Duh betapa ruginya para wanita, kala mereka rela melepaskan sesuatu yang lebih baik dan mengambil yang tidak bergarga. Yakni ketika mereka memilih bertabarruj menggantikan busana jilbab. Sepadankah budaya buka-bukaan, ugal-ugalan ketelanjangan bila dibandingkan dengan budaya malu, kesusilaan dan kewibawaan ? Modal menikmati masa muda bagaimana yang engkau inginkan, sementara saat keluar ke jalan tanpa berhijab hakikatanya engkau melakukan dosa setiap orang memandangmu? Hitung setiap hari, berapa jumlah dosa yang engkau pikul akibat tabarrujmu saat beribu-ribu pasangmata laki-laki menatapmu.


Berpikirlah wahai wanita, betapa sering engkau melakukan dosa besar ini dan mempertontonkan aurat! Betapa banyak kehormatan yang telah engkau rampas! Banyak sudah fitnah yang engkau bangkitkan! Berapa banyak mata tajam yang telah menelan dangingmu dan menikmati kecantikanmu? Dan berapa banyak jiwa kotor yang ingin menjalin hubungan denganmu? Totallah jumlah dosa-dosa ini setiap kali engkau keluar dan pergi sepanjang hayatmu, niscaya engkau mendapatinya sebagai dosa yang sangat berat, membuatmu tertatih-tatih memikulnya. Dan engkau tak kan sanggup membawanya di hari kiamat. Beginikah cara menikmati masa muda wahai wanita malang, tanpa batas dan aturan-aturan syariat?!



Sesungguhnya jika ia mau merenungkan barang sebentar hal tersebut, pasti wajahnya merah merona karena malu dan ia akan menutup kecantikan dan perhiasannya dari mata-mata buas yang tak tau malu. Tidak berarti ketika memakai jilbab engkau hidup introvert, menjauh dari pergaulan masyarakat. Sama sekali tidak. Bahkan sebaliknya, Islam menghendakimu menjadi pribadi yang supel, mudah akrab dan ramah dengan orang lain: enerjik dengan tetap menjaga rasa malu: rendah hati tapi tidak rendah diri; memiliki harga diri tanpa di bumbui kesombongan.



Pemalu, tidak suka menyakiti, jujur, tidak banyak bicara, banyak berbuat, hati-hati, berbakti lagi suka menyambung silaturahmi, tahu terimakasih lagi penyebar, Siapa melihatmu , siapa berkawan denganmu ia mencintaimu. Dan, seorang wanita yang murah senyum serta berpandangan luas. Renungkanlah sendiri betapa berat beban dosa-dosa ini. Dan untuk selanjutnya, ingat kembali misimu dalam kehidupan ini, untuk apa engkau diciptakan? Engkau akan menemukan jawaban yang benar-benar kontras dengan realita yang engkau jalani. Maka segeralah melakukan taubat tulus kepada Allah sebelum perjalanan ke negeri akhirat keburu lepas.



Wallahu a'lam.

Semoga ada hikmahnya.

Cari dan teruslah mencari cinta Ilahi.

Salam persaudaraan selalu...hahayy...prikitieww ^_^

From: nowilkirin.blogspot.com

Kamis, 20 Januari 2011

^_^ RENUNGAN MALAM: NIKMAT DARI-NYA ^_^ By Muhammad Zainuddin

^_^ RENUNGAN MALAM: NIKMAT DARI-NYA ^_^
By Muhammad Zainuddin Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
 

 
Sahabat,
kenyataan yang kita hadapi memang seringkali tidak sesuai dengan harapan. Banyak impian yang belum terwujudkan sesuai dengan keinginan. Tekanan dan tantangan hidup kian memancing kita untuk lebih sering mengeluh daripada bersyukur.
 
 
Kalupun kita bisa bersyukur, itu juga karena setelah ditunjukkan hikmahnya oleh Allah. Entah itu diberikan kesembuhan setelah sakit, diberikan keselamatan dikala terjadi musibah, terasa kenyang ketika masih mendapatkan makanan, mampu membeli sesuatu yang dimpikan, mendapat rejeki yang tak terduga, dan sebagainya. Mungkin semua tidak salah ketika setelah kita merasakan nikmatnya baru kita bersyukur. Namun aku sempat berfikir dalam hati, sebegitu egoisnyakah aku. Seharusnya aku bisa lebih baik lagi mengenai sifat-sifatNya.
 
Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah melimpahkan begitu banyak karunianya kepada kita, sehingga ketika kita ingin menghitungnya niscaya kita tidak mampu untuk menghitungnya. Maka aku merasa takut kalau kalau rasa syukur itu hanya kusampaikan ketika menerima rahmatNya. Aku takut banyak nikmat yang terlupakan olehku.
 
 
"Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji." (QS:14 ayat 8)
 
 
Mencoba membimbing mata hati untuk mencoba lebih peka untuk menggali, mencari, merasakan nikmat-nikmatNya yang telah kulupkan untuk bersyukur tanpa perlu Dia menunjukkan kepadaKu, tanpa dia mengingatkanku. Iya memang tak terhitung nikmatnya seperti kiasan pohon sebagai pena dan air lautan sebagai tintanya tak sanggup untuk menuliskannya.
 
 
Ternyata nikmat-nikmat itu banyak kita temukan jika kita ingin. Tak hanya kesehatan, tak hanya rejeki yang kadang selalu kita konotasikan dengan uang (terlalu hina jika kita seperti itu). Nikmat penciptaan, nikmat diberikan kebutuhan selama hidup mungkin ini hal yang utama. Selama perjalanan mencoba merasakan sekeliling merasakan karuniaNya..alhamdulillah ..subhanallah..
 
 
Mari kita sibukkan sejenak otak kita untuk memikirkan begitu banyak kenikmatan yang telah kita terima, dan mengagumi begitu indah anugerah Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang selama ini kita nikmati. Ungkapkan rasa syukur atas semua kenikmatan yang Anda rasakan melalui doa dan kata-kata yang baik.
 
 
Semoga saya dan kita semua semakin pandai mensyukuri nikmat karunia Allah Subhanahu Wa Ta'ala , sehingga kita akan semakin mudah menciptakan perubahan luar biasa, misalnya; hidup lebih tenang, perasaan lebih peka, penampilan lebih segar, dan menyenangkan, serta hidup lebih sukses dan bahagia dan hendaknya kita senantiasa mensyukuri nikmat Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan menggunakan nikmat-nikmatnya di jalan yang Allah ridhoi
 
 
Wallahu a'lam.
Semoga ada hikmahnya.
Cari dan teruslah mencari cinta Ilahi.
Salam persaudaraan selalu...hahayy...prikitieww ^_^
 
 

Ivan Muhammad ▶ OLEHTISME FANS LOVE Hidup itu SIMPLE. SUSAH bla Qta bwat ssah.pun SENANG bl Qta b

Ivan Muhammad ▶ OLEHTISME FANS LOVE Hidup itu SIMPLE.
SUSAH bla Qta bwat ssah.pun SENANG
bl Qta bwat sneng.
iNTInya,slma Qta msh YAQIN pda HATI Qta & sll brpgang teguh pda AL-QUR'AN & AL-HADIST,,insyaAllah hidup Qta kn sll mrsa BAHAGIA.

Met mlem all...

Ξ▓Ξ

Ξ▓Ξsalam "ANKER"~⊙≈☺≈⊙~.
http://www.olehtismefanslove.blogspot.com/
Hak©gGeя_đяa®2020™*

Anggun Sekar Bumi ▶ OLEHTISME FANS LOVE Apa yang bisa kulakukan Bila Aku merindukanmu . . . . . .

Anggun Sekar Bumi ▶ OLEHTISME FANS LOVE Apa yang bisa kulakukan
Bila
Aku merindukanmu . . . . . . . . . . .
Kau tinggalkan aku sendiri disini. . . . . . . .
Terdampar dikehdupan yg keras. . . . . . .
Dimana dirimu? ? ? ?
Kau titipkan q dlm doamu pd Than . . .jaga q. . .

Q tersimpuh,menangs dlm hti. . . .
Mengapa? ? ?
Mengapa?
Mengapa kau pergi scpt it menggalkan q? ? ?

Tak taukah?
Q membuthkan kehdranmu dihdpku. . . . .

Bgmana bs ku mhon kau kembli,jika
Kau enggan hentikan lgkahmu tuk pergi. . . . . .

Aku merindukanmu. . . . . . . .
Semoga Than menjagamu. . . .
Damailah disurga. . . . . .
Doaku tk kan kuhentikan untkmu. . . . .

Damailah. . . .
Damai disisiNya. . . . . .aku mencntaimu. . .
10 jam yang lalu · Suka · Berhenti Langganan · Hapus
Kids Senja Hatiku dan 8 orang lainnya menyukai ini. Rezza Arex's Reog sbar dan jalani kehidupan in dng sbuah ksungguhan dan kepastian.
9 jam yang lalu · Suka · Hapus
Anggun Sekar Bumi Blum sempat ku ukir senyum dihatinya. . .blm sempat ku bt dia bgga. . . . .
9 jam yang lalu · Suka · Hapus
Lapendos Child Tk ada kata lain selain sabar n mndoakan dia plend
9 jam yang lalu · Suka · Hapus
Rezza Arex's Reog dngn kau buat bangga adik dan ibuk u itu sdh ckup untk u blaz budi
9 jam yang lalu · Suka · Hapus
Anggun Sekar Bumi Aku tau. . . .tp sgguh ku tak mampu. . . .
Impian jg harapan
Akan tetap jg smgat hdpku. . .meski tnpa dia disisiku. . . .
Yg ku sedihkan,aku tak bs lg mengapai wajahnya. . .merengkuh kedua tagannya dan kusandarkan pipiku dipuggug tgan kasihnya . . . . .
7 jam yang lalu · Suka · Hapus
Rezza Arex's Reog itu smua sdah suratan takdir tak perlu kt sesalkan hidp hrus trus berjalan meski tanpa beliau d sisi kt
6 jam yang lalu · Suka · Hapus
Lapendos Child Anggun...doa itu adalah harapan dia skrang ingat dia melalui tiap2 doamu..jgn kau brlarut dlam kesedihan tpi larut dlm tiap doa buat dia yg km kasihi..
6 jam yang lalu · Suka · Hapus
Imam Koderi songsong kehidupan dg kenyataan..berjalan di atas rel yg islami spy tidak terpengaruh jalan kehidupan yg aneka warna ok

Minggu, 09 Januari 2011

Din Dra ▶ OLEHTISME FANS LOVE Assalamu alaikum wr wb. selamat malam OLEHTISME FANS LOVE>>>>>>>>>>

Din Dra ▶ OLEHTISME FANS LOVE Assalamu alaikum wr wb. selamat malam OLEHTISME FANS LOVE>>>>>>>>>> HARAP PERHATIANNYA....... TELAH TERJADI PEMALSUAN BERBAGAI NAMA MASUK DI GROUP INI OLEH PIHAK YANG BERTUJUAN TIDAK JELAS, HARAP JANGAN TERPENGARUH DENGAN KATA2 YANG SIFATNYA MENGHASUT MENGADU DOMBA, MENGHINA ATAU SEJENISNYA. YANG SEDEMIKIAN ITU BERTENTANGAN DENGAN MISI VISI OLEHTISME FANS LOVE . Terima kasih ..... Wassalamu alaikum wr wb.
Sabtu pukul 23:08 · Suka · 4 Komentar · Berhenti Langganan · Hapus
Nur Heni dan 9 orang lainnya menyukai ini. Wawan Malmsteen bebas apanya kalau begitu ?
Sabtu pukul 23:23 · Suka · 1 · Hapus
Deo Arex Elex Ponorogo wawan
bebas bersuara asal tak bersifat menyakiti hehe
Sabtu pukul 23:43 · Suka · 1 · Hapus
Din Dra Wawan Malmsteen bebas apanya kalau begitu ?

Kang Wawan, Arti bebas disini adalah bebas melakukan apa saja jalan mana yg terdekat menuju kearah kebahagiaan yg nyata dan selamanya. Yg pasti tidak menuruti nafsu yg jelek..
Kemarin jam 2:44 · Suka · 1 · Hapus
Alex Sandria btul setuju lah!!!!!
Kemarin jam 4:24 · Suka · Hapus

Rabu, 05 Januari 2011

Dunì4wì...s3gala sesuatu tlah tertls di sbuah catatanya...dan tlah di pasangkanya...ada senang jg

(*_<)4stofirlloh 4l 4dhim(*_*)
Oleh Eka Aurellica Salsabilla


Dunì4wì...s3gala sesuatu tlah tertls di sbuah catatanya...dan tlah di pasangkanya...ada senang jg ada susah....kita manusia yg mudah lalai terbwa arus dunia...aku kamu dan semua...bila sudah mendapatkn kesenangan..kt lalai mensyukuri..kt lalai bertrimakash,padahal kesenangan it hanya perantara agar kt bs bersykur atas nikmat yg dibrkan..nya..(aku lalai suggh tak kusadari)kesenangn it miliku yg kau pinjamkan kepadaku...(astofirllo al adhim)di saat kt dlm kesulitan di saat kt gak bs meraskan nikmat bru kuraskn sunggh diriku tak berarti..sungguh tak berdaya...tak ada seorgpun yg bs menolong di saat kt tak perdaya...
Baru ku sadari ini nikmatmu ya Robby...ini kelemahanku...kusimpahkn sujudku kepadamu..yaALLOH..semua ini milikmu...kesenangan kesdhan dan juga nafs ini hanya milimu...cobaan yang kau berikan hanya agar aku bs bersyukur dan ingat kepadamu...di setiap detk skrg dan lusa atau nanti semua kembali kpadamu..ya ALLOH...kau maha segala...membr kesempatan bl kt bs bersyukur dan bertaubt di jalnmu...kau maha mengash dan penyayang..ampunlah segala sesuatu yg menyesatkanku tunjukan jalan yg terang di jalnmu..ya ROBBY
(Astofirllo al adhim)(">")